signifikan. Adapun nilai r square sebesar 74,40% dapat diinterpretasikan bahwa variabel
implementasi dana kampung dan budaya organisasi dapat menjelaskan pengaruhnya
terhadap kinerja aparatur kampung sebesar 74,40%.
Hasil angka tersebut merefleksikan bahwa kedua variabel independen tersebut
merupakan faktor dominan dalam menjelaskan faktor yang mempengaruhi kinerja aparatur
kampung. Dengan demikian, pimpinan perlu kembali meningkatkan bimbingan teknis bagi
para aparatur kampung agar dapat lebih memahami esensi kebijakan dana kampung bagi
masyarakat desa atau kampungnya. Selain itu, penguatan budaya kerja juga perlu kembali
disosialisasikan agar para aparatur kampung dapat bekerja sesuai dengan budaya kerja dan
atau budaya organisasi yang berlaku di dalam organisasi.
KESIMPULAN
Implementasi kebijakan dana kampung dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kinerja aparatur kampung. Hal ini berarti bahwa budaya organisasi
menentukan perilaku aparatur kampung dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada
masyarakat. Perilaku aparatur kampung yang mendukung pencapaian tujuan pemerintah
desa dalam memberikan pelayanan publik mencerminkan kinerja pemerintah desa yang baik.
Kinerja pemerintahan desa merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan oleh pemerintahan
dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat setempat, hal ini merupakan bentuk
sebuah pengabdian yang dilakukan oleh pemerintahan Desa. Penelitian selanjutnya
hendaknya menambahkan variabel lain yang mempengaruhi kinerja pemerintah desa, seperti
lingkungan kerja. Pemerintah desa sangat perlu memperhatikan lingkungan kerja yang aman,
nyaman sehingga dapat meningkatkan hubungan dengan rekan kerja.
BIBLIOGRAFI
ABDULLAHI, R., & Mansor, N. (2015). Fraud Triangle Theory and Fraud Diamond Theory.
Understanding the Convergent and Divergent For Future Research. International Journal of
Academic Research in Accounting, Finance and Management Sciences, 5.
https://doi.org/10.6007/IJARAFMS/v5-i4/1823
Ati, C. (2005). Strategi dan Kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Indeks.
Atmaja, H. E., & ratnawati, shinta. (2018). Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk
Meningkatkan Usaha Kecil Menengah. Jurnal Riset Ekonomi Manajemen (REKOMEN), 2(1),
21–34. https://doi.org/10.31002/rn.v2i1.818
Fahmi, I. (2012). Analisis Laporan Keuangan (2nd ed.). Alfabeta.
Gary Dessler. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia (9th ed.). Kelompok Gramedia.
Gujarati, N. (2012). Dasar-dasar ekonometrika buku 2 / Damodar N. Gujarati, Dawn C. Porter;
Penerjemah: Raden Carlos Mangunsong. Jakarta: Salemba Empat.
http://opac.library.um.ac.id/oaipmh/../index.php?s_data=bp_buku&s_field=0&mod=b&cat
=3&id=40447
Mangkunegara, A. A. A. P. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT Remaja
Rosdakarya.
Marwansyah. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Alfabeta.
Mathis, R. L., Jackson, J. H., Valentine, S., & Meglich, P. A. (2017). Human resource management.
Matuan, M. M., Kiyai, B., & Laloma, A. (2015). Efektivitas Penyelenggaraan Pemerintahan
Kampung di Distrik Silimo Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua. Jurnal Administrasi Publik
(JAP), 1(10). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JAP/article/view/6624
McClelland, D. C., & Boyatzis, R. E. (1982). Leadership motive pattern and long-term success in
management. Journal of Applied Psychology, 67(6), 737–743.